JURNALNUSANTARA.ID, Buol - Ketua Komda Alkhairat Kabupaten Buol, Andi Ridwan, S.Hi., M.H., dengan tegas mengecam pernyataan yang diduga menghina dan merendahkan Guru Tua, pendiri Alkhairat, yang dilakukan oleh seorang tokoh bernama Gus Fuad Plered dalam sebuah diskusi daring di platform YouTube. Pernyataan ini telah viral dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dalam keterangannya, Kamis (27/3/2025), Andi Ridwan menyatakan bahwa pernyataan tersebut sangat melukai perasaan masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya umat Islam yang sangat menghormati Guru Tua, atau Sayyid Idrus bin Salim Aljufri (SIS Aljufri)
"Kami mendesak Kapolri dan jajarannya untuk segera melakukan tindakan tegas terhadap Gus Fuad Plered. Video yang beredar luas tersebut jelas-jelas berisi penghinaan terhadap Guru Tua, yang merupakan panutan dan teladan dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia Timur," tegas Andi Ridwan.
Ia menambahkan bahwa penghinaan terhadap Guru Tua tidak hanya mencederai perasaan umat Islam, tetapi juga merusak nilai-nilai kebangsaan dan persatuan.
Guru Tua dikenal sebagai tokoh ulama besar yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan dan dakwah Islam, khususnya di Indonesia Timur. Sosoknya dihormati oleh masyarakat luas, terutama masyarakat Kaili di Sulawesi Tengah.
"Penghinaan terhadap Guru Tua sama saja dengan melukai hati jutaan masyarakat yang mencintai beliau," ujar Andi Ridwan.
Sebagai langkah penyelesaian, Andi Ridwan menuntut Gus Fuad Plered untuk segera memberikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga besar Alkhairat dan masyarakat Sulawesi Tengah.
“Kami tidak akan tinggal diam. Kami ingin memastikan bahwa sosok Guru Tua tetap dihormati, dan marwah perjuangannya tetap terjaga,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh Abnaul Khairat, sebutan untuk keluarga besar Alkhairat, untuk tetap menjaga persatuan dan tidak terprovokasi oleh pernyataan yang berpotensi memecah belah umat.
Editor : Syam Manto