Lapas Kelas III Leok Komitmen Tingkatkan Pembinaan Warga Binaan melalui Program Reintegrasi Sosial



JURNALNUSANTARA.ID, Buol - 24 Februari 2025, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Leok terus berkomitmen untuk memberikan pembinaan terbaik bagi warga binaannya. Dalam upaya mendukung proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial, Kepala Lapas Kelas III Leok, Galih Setiyo Nugroho, bersama Kepala Subseksi Pembinaan, Mohamad Yusran, menjadi narasumber dalam dialog interaktif di RRI Buol dengan tema "Prospek Warga Binaan Pemasyarakatan Kabupaten Buol."


Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya pembinaan di dalam Lapas, yang tidak hanya berorientasi pada hukuman, tetapi juga berfokus pada rehabilitasi, peningkatan keterampilan, dan persiapan warga binaan agar dapat kembali berintegrasi dengan masyarakat setelah bebas.

Pembinaan Tiga Aspek Utama: Kepribadian, Kemandirian, dan Reintegrasi Sosial

Dalam sesi dialog, Kalapas Galih Setiyo Nugroho menjelaskan bahwa program pembinaan di Lapas Kelas III Leok berfokus pada tiga aspek utama:

1. Pembinaan Kepribadian

Melalui kegiatan keagamaan dan bimbingan psikososial, warga binaan diajak untuk meningkatkan moral dan kesadaran diri.

Program ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih baik, siap kembali ke masyarakat dengan sikap yang positif.

2. Pembinaan Kemandirian
Lapas memberikan berbagai pelatihan keterampilan seperti pertanian, perbengkelan, dan kerajinan tangan.
Keterampilan ini bertujuan untuk membantu warga binaan mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri setelah bebas.

3. Reintegrasi Sosial
Lapas Kelas III Leok berupaya menjembatani hubungan antara warga binaan dan masyarakat agar mereka dapat diterima kembali setelah menjalani hukuman.
Kepala Subseksi Pembinaan, Mohamad Yusran, menambahkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan instansi pemerintah, organisasi keagamaan, dan dunia usaha guna memberikan peluang pelatihan serta pekerjaan bagi warga binaan yang telah bebas.

Dukungan Masyarakat dan Keberhasilan Program Pembinaan

Dalam sesi tanya jawab, beberapa pendengar RRI Buol mengajukan pertanyaan mengenai efektivitas program pembinaan dan bagaimana warga binaan dapat beradaptasi setelah kembali ke masyarakat.

Kalapas Galih Setiyo Nugroho menegaskan bahwa sudah banyak warga binaan yang berhasil mendapatkan pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri berkat keterampilan yang mereka peroleh selama di Lapas. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan yang diterapkan mampu memberikan dampak positif dan meningkatkan kualitas hidup mereka setelah bebas.

Komitmen Lapas Kelas III Leok dalam Pembinaan Warga Binaan

Kegiatan dialog interaktif ini merupakan salah satu langkah Lapas Kelas III Leok dalam memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peran penting pemasyarakatan dalam membentuk individu yang lebih baik.

Dengan adanya kerja sama antara Lapas, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan stigma negatif terhadap mantan warga binaan dapat berkurang, serta mereka dapat kembali diterima di tengah masyarakat dan berkontribusi secara positif.

Lapas Kelas III Leok akan terus berupaya meningkatkan program pembinaan dan membuka lebih banyak peluang bagi warga binaan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

Editor : Syam Manto

Lebih baru Lebih lama